KASUS MAFIA PEMILU: NEGERI SERIBU MAFIA

Fantastis itulah yang bisa saya ucapkan. Ditengah semangat menegakan demokrasi masih ada saja orang yang berpikiran kotor menodai. Pemilu yang merupakan ajang yang diagung-agungkan menjadi alat demokrasi terjadi hanya mengalirkan legislatif mafia dan pendosa. Melalui KPU yang jadi pelaksana pemilu diteggarai melahirkan mafia pemilu yang dilakukan oknum KPU yang mempumyai posisi strategis. Adalah Andi Nurpati yang dituduh terlibat dalam penggelembungan suara seorang caleg HANURA. Hal ini terungkap dari pernyataan ketua MK yang menyatakan adanya surat palsu yang dikeluarkan hakim MK walaupun disangkal yang bersangkutan. Sungguh merupakan malapetaka dimana hakim yang diposisikan sebagai pengadil menjadi dalang kecurangan. Pemilu yang menghabiskan triliunan rupiah hanya menghasilkan Legislatif bermental rendah. Sungguh patut dihukum mati orang bermental rendah seperti ini tanpa hirau nasib rakyat. Sungguh tak bermanfaat pemilu hanya melahirkan legislatif kacangan ini. Sungguh buruk prilaku Andi ini .Sungguh memalukan Demokrat mempunyai kader seperti ini. Sungguh tak ada lagi yang bisa dipercaya. Mafia dimana-mana.

3 komentar:

  1. Pemilu dan pilkada buat apa sih cuma ngenyanjan irang KPU dan mafia.enyanjan irang KPU dan mafia.

    ReplyDelete
  2. Masih adakah kejujuran yang mutlak di negeri ini dan pada siapa kita harus percaya? politik kita bukan demokrasi tapi politik uang dan kekuasaan kasihan rakyat yang jadi korbanya padahal semua janji untuk mensejahterakan rakyat

    ReplyDelete
  3. politik uang menghasilkan politisi korup dan tak memihak rakyat, rasanya perlu perubahan mendasar dalam pemilu

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.