Tax Holiday dan Penerapannya di Indonesia


Mengenai masalah ekonomi kita sering menengar tax Holiday, apa sih sebenarnya Tax Holiday? Pengertian tax holiday sendiri adalah pengurangan atau penghilangan pajak secara sementara.  Dalam definisi lainnya Tax Holiday adalah A temporary period, during which time the government removes certain taxes (usually sales tax) on certain items, in order to encourage the consumption or purchase of these items. The most common application of this is a tax-free weekend, which most states hold shortly before school begins in the fall, during which time sales tax is removed on clothing, school supplies, and/or other similar items. Not all areas engage in tax holidays; it is up to the government of that area. Tax Holiday adalah pembebasan pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu bagi penanam modal baru di Indonesia.
Tax holiday dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan dalam berinvestasi bagi para investor baik untuk investor asing maupun luar negeri. Namun biasanya tax holiday ini lebih ditujukan untuk investor asing. Negara-negara tetangga kita seperti Cina, Vietnam, dan Thailand telah melakukan tax holiday terhadap investasi yang masuk.
Mengambil salah satu contoh negara tersebut, maka kita mengambil Cina. Tax holiday ini mulai diberlakukan oleh pemerintah Cina pada tahun 2008 untuk meningkatkan investasi yang berada pada sektor dengan teknologi tinggi dengan melakukan pengurangan pajak sebesar 15%. Kebijakan baru ini untuk menggantikan program pajak pmerintah yang lebih mengutamakan investasi dalam daerah-daerah tertentu. Bahkan sejak diterbitkan kebijakan ini, indsutri manufaktur yang tadinya merupakan industri andalan Cina dan diberikan tax holiday untuk investasi asing, mulai dihilangkan secara berkala dalam 5 tahun terhitung sejak 2008.
Bagaimana Penerapan Tax Holiday di Indonesia
Undang-undang perpajakan di Indonesia tidak mengenal istilah tax holiday. Maka perlu dilakukannya amandemen perundang-undangan perpajakan jika ingin diberlakukannya tax holiday.  Pentingnya tax holiday di Indonesia dapat dilihat dari batalnya dua investasi asing di Batam karena pemerintah Indonesia tidak memberikan insentif. Investasi lensa kontak di Batam kemudian investasi karpet asal Belgia yang urung menaruh dananya di Indonesia karena tidak adanya kebijakan tax holiday. Kebijakan yang biasa-biasa saja tidak bisa menghasilkan ekspansi investasi yang agresif.
Tax holiday pernah diberlakukan di Indonesia dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 jo Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Namun, dalam kurun waktu lima belas tahun pemberlakuan tax holiday, jumlah foreign direct investment yang disetujui hanya sekitar 473 proyek atau rata-rata 28 proyek per tahun. Realisasi proyek yang disetujui hanya mencapai 75 persen, alias 355 proyek terealisasi atau 21 proyek per tahun.[1]
Mungkin dengan alasan kurang efektif, melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang berlaku sejak 1 Januari 1984, ketentuan tentang tax holiday dicabut. Sebagai ganti, pemerintah menerapkan ketentuan umum perpajakan yang memberikan sejumlah kemudahan. Namun, dalam perjalanannya, melalui Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal muncul lagi pengaturan tentang pembebasan pajak.[2] (source)
Konsep tax holiday ini kerap diusung oleh BKPM, pengusaha, dan kalangan akademisi. Namun selalu mentah ketika sampai pada kementrian Keuangan, terutama Ditjen Pajak. Konsep ini akhirnya mulai dikerjakan oleh Kementrian Keuangan setelah pemerintah (BKPM) memiliki target untuk mendapatkan investasi sebesar Rp10.000 triliun dalam jangka waktu 5 tahun. Dimana setiap tahun target investasi adalah sebesar Rp.2.000 triliun.
Jika pemerintah tidak memberikan insentif berupa tax holiday untuk sektor-sektor tertentu serta untuk wilayah tertentu, maka akan sangat sulit pencapaian target tersebut. Saat ini saja Pertamina dan BKPM tengah mematangkan usul insentif bagi investor kilang untuk selanjutnya diberikan kepada Kementrian Keuangan.
Manfaat Tax Holiday bagi perkembangan Ekonomi
Keengganan Kementrian Keuangan terutama Ditjen Pajak untuk memberikan tax holiday disebabkan kebijakan ini akan membuat penerimaan pemerintah yang berasal dari pajak berkurang. Sehingga akan membebani APBN. Maka kerja Ditjen Pajak akan semakin bertambah, karena disaat yang sama harus dapat memenuhi kebutuhan dana dari semua Departemen dan lembaga pemerintah yang terus meningkat.
Walaupun terdapat pemotongan pajak, namun kita juga harus melihat tingkat investasi. Semakin banyak dana asing yang melakukan investasi di Indonesia maka tentu saja penerimaan pemerintah dalam pajak juga meningkat. Bahkan, jika didukung dengan iklim yang kondusif, bukan tidak mungkin besarnya pajak yang diperkirakan hilang dari penerapan tax holiday malah akan tertutupi oleh banyaknya investasi yang masuk.
Selain dari sisi pajak, banyak hal lainnya yang merupakan keuntungan dari meningkatnya investasi, yaitu ketersediaan lapangan pekerjaan, meningkatnya perekonomian masyarakat, dan multiplier effect (efek beruntun) lainnya. Maka sudah seharusnya pemerintah memberikan tax holiday kepada investasi.
Namun tax holiday seharusnya bukanlah merupakan insentif utama dari pemerintah. Kemudahan birokrasi pemerintahan untuk investasi merupakan faktor penting yang sering terlupakan. Padahal menurut pengusaha, birokrasi merupakan faktor terpenting dalam melakukan usaha. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan investasi di Indonesia tergolong lama, yaitu 60 hari. Secara rinci Untuk memulai suatu bisnis di Indonesia membutuhkan sembilan prosedur, memakan waktu 60 hari, dengan biaya 26% dari pendapatan per kapita dan modal awal minimal 59,7% dari pendapatan per kapita. Walaupun target pemerintah adalah menjadikan 17 hari pada 2010 ini, namun target tersebut belum dapat terlaksana.
Jika pemerintah memberikan kedua faktor investasi di atas, yaitu tax holiday dan perbaikan dalam sisi birokrasi, buka tidak mungkin target pemerintah sebesar Rp.10.000 triliun dapat masuk dalam 5 tahun terhitung sejak 2010. Demikian tulisan Tax Holiday dan Penerapannya di Indonesia semoga bermanfaat.
Sumber: http://ampindo-blitar.ac.id

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.