Harga dan Spesifikasi Lengkap Yamaha Mio J-FI

Yamaha Indonesia membuat "gebrakan" dengan menelorkan dua varian terbarunya yaitu Yamaha Mio Fino dan Yamaha Mio J-FI. Mio J-Fi langsung menjadi primadona karena merupakan sepeda motor matik berteknologi injeksi paling ekonomis di Indonesia. Bagaimana tidak, Yamaha memberi bandrol Mio J-FI hanya Rp 11,99 juta sampai Rp 12,93 juta (on the road Jakarta).
Melihat harga yang ditawarkan oleh Yamaha, kita lantas berpikir, bagaimana performa motor ini dibanding motor lain di kelasnya. Dengan harga yang murah, apa lantas motor ini membenamkan teknologi yang tergolong "seadanya"?
Mari kita lihat spesifikasi lengkap Yamaha Mio J-FI
Spesifikasi Mesin
Mio J mengusung mesin 113 cc, 4-tak, 2-valve, SOHC berpendingin kipas, dan mempunyai tenaga maksimum 7,75 PS pada 8.500 RPM dengan torsi maksimum 8,5 Nm pada 5.000 RPM. Selain itu terdapat teknologi terbaru Yamaha, yakni Mixture JET-Fuel Injection, serta pengaplikasian Diasil Cylinder dan Forged Piston yang membuat pembakaran lebih optimal dan irit bahan bakar.
Teknologi "Pencipta" Irit
Bukan hanya performannya baik dan desainnya menarik. Mio J juga lebih hemat bahan bakar. Dalam slide presentasinya, disebutkan bahwa konsumsi bahan bakar Mio J FI ini mencapai 52 km/liter dalam kondisi pengetesan bervariasi, tidak dalam kondisi konstan (tarikan stabil-red).
Bila dalam kondisi konstan, di kecepatan 30 km/jam diperoleh konsumsi bahan bakar 70 km/liter.
Terdapat ada dua faktor penting yang membuat konsumsi bahan bakar Mio J FI jauh lebih hemat hingga 30 persen bila dibandingakan dengan Mio lama. Yamaha membenamkan sistem injeksi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) dan aplikasi forged piston-diasil cylinder.
YMJET-FI dengan air assist passage, 2 throttle valve dan idle speed control membuat mesin lebih hemat bahan bakar di putaran mesin idle dan rendah. Saat putaran mesin rendah sampai menengah, udara masuk lewat air assist passage, efeknya pengkabutan bahan bakarnya bisa lebih halus sehingga pembakaran lebih sempurna.
YMJET-FI sangat efektif di economic zone, yaitu di kecepatan 20 sampai 55 km/jam. Kecepatan rata-rata orang berkendara secara normal di Indonesia.
Sedang forged piston dan diasil cylinder selain memiliki koefisien gesek rendah juga lebih kuat digebuk kompresi, kompresi tinggi pembakaran bisa lebih sempurna yang berefek pada konsumsi bahan bakar yang lebih baik.
Fisik
Grafis Mio J-FI di Indonesia jauh lebih sederhana jika dibandingkan Mio J versi Thailand. Lebih kalem.
Cover bodi samping mirip dengan Mio Sporty, kemudian dijejali lampu belakang berukuran besar yang mirip lampu Yamaha Nouvo.
Bodi depannya tampak sederhana, tidak tampak garis-garis melengkung manis. Tapi beberapa sudut memang dibuat lebih tajam seperti batok lampu hingga lampu sein dan sepatbor depan. Lampu seinnya tampak besar memanjang, oval. Ditambah lampu utama yang ada di kepala (stang-red). Motor ini telah mengadopsi Auto Headlamp On (AHO).
Sepatbor belakangnya mirip Mio Soul, lebar dan diharapkan mampu menahan cipratan air dengan sempurna.
Di bawah jok terdapat bagasi yang ukurannya sedikit lebih lega ketimbang Mio Sporty. Meski helm enggak bisa masuk, tapi masih cukup untuk menyimpan jas hujan. Di bawah setang juga ada konsol bagasi dan gantungan barang yang masing-masing mampu mengangkut barang dengan bobot maksimum 1 kilogram.
Ada dua varian, yang pakai palang atau casting wheel dan jari-jari atau spoke wheel.
Speedometer mudah dibaca, lengkap dengan iluminasi warna hijau. Kunci kontaknya sudah menggunakan pengaman bermagnet. Mekanisme buka tutup kuncinya unik, unit menutup lubang kunci bisa dilakukan dengan memutar diameter luar rumah kunci.
Sedang penampilan mesinnya yang benar-benar baru menunjukan kalau air filter diletakan di atas transmisi CVT. Uniknya, pada kipas pendingin di sisi kanan mesin terdapat penutup.
Kesimpulannnya, Mio J-FI memang motor motor canggih namun berharga miring.
dikutip dari berbagai sumber
( Tiko Septianto / CN32 )

1 komentar:

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.