Banjir Kepung PLTN AS

PLTN Stasiun Cooper di Nebraska, AS. Sumber: New York Times
Nebraska, PelitaOnline– SEPERTI warga kota yang bersiap siaga menghadapi banjir Sungai Missouri, para operator reaktor nuklir di Brownville, Nebraska, pun telah beberapa hari bekerja keras mempertahankan PLTN dari masuknya air sungai.

Namun, Minggu pagi, delapan hari setelah Missouri memuntahkan airnya, tanggul PLTN pun jebol. Para pejabat Komisi Pengawas Nuklir setempat segera menegaskan tidak ada kebocoran yang terjadi.

Reaktor Statsiun Cooper, adalah salah satu fasilitas nuklir yang terancam banjir dari luapan Sungai Missouri. Reaktor lainnya, Fort Calhoun, 85 mil sebelah utara, juga mengalami ancaman banjir yang sama. Namun berbeda dengan Cooper, reaktor di Fort Calhoun dimatikan selama terjadinya kebakaran, April.

Kedua reaktor dibangun pada 1973, dan dipandang sebagai reaktor paling lemah di Amerika Utara.

Banjir akibat luapan Sungai Missouri belum pernah terjadi sebelumnya. Banjir telah dipicu kapasitas runtuhan salju yang tinggi di Pegunungan Rocky bagian Montana dan Wyoming ditambah curah hujan yang tinggi di wilayah tengah dan timur Montana.

Banjir dilaporkan mengancam beberapa kota di sepanjang sungai dari Montana hingga Missouri, seperti Bismarck, Dakota, Nebraska, Sioux City, Iowa; Omaha, Kansas City, dan Missouri. (new york times, voice of russia | irman a)







0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.