Tips Cegah Perampokan di Bulan Ramadan

Tingkat perampokan naik dari tahun ke tahun. Harus lebih waspada.
Tindak kejahatan di daerah ibukota Jakarta pada akhir-akhir ini semakin meresahkan. Polda Metro Jaya mencatat tingkat kejahatan pada setiap tahun mengalami kenaikan. Salah satu tindak kejahatan yang sedang marak saat ini adalah aksi perampokan.

"Untuk kejadian khususnya perampokan ini masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan memang tahun ke tahun ada kenaikan sekitar 1-2 persen," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu 21 Juli 2013.

Rikwanto menambahkan, dari awal Januari 2013 hingga awal Juli 2013, tercatat ada 76 laporan aksi perampokan. "Selama minggu pertama bulan Ramadan saja, sudah ada 18 kasus perampokan," ucapnya.
Sebab itu, Rikwanto menghimbau agar masyarakat selalu waspada terutama di bulan Ramadhan. Beberapa tindak kriminal meningkat ketika memasuki bulan puasa.

"Selama Ramadhan memang beberapa fenomena kejahatan yang muncul di antaranya copet, tukang geser barang di pasar dan mall, jambret, rampok, hipnotis, dan pencurian rumah kosong," jelasnya.
Untuk dapat terhindar dari aksi kejahatan tersebut, Rikwanto memberikan beberapa tips para masyarakat. Berikut tipsnya:

* Pada kasus pencurian dan perampokan, warga yang ingin menyetor uang ke bank, penyetoran uang hasil SPBU, mengambil gaji karyawan, uang THR dihimbau agar meminta pengawalan kepolisian. Dan untuk pemilik toko emas dan pegadaian diharapkan agar lebih meningkatkan pengamanannya.

* Untuk kasus pencurian rumah kosong, warga dihimbau untuk lebih meningkatkan pengamanan di lingkungan rumah. Jika akan meninggalkan rumah dalam waktu lama, warga diimbau agar tidak hanya mengunci rumahnya, tetapi juga menitipkan rumah pada  sekuriti tempat tingggal atau tetangga yang tidak mudik.

* Menghindari tindak pencopetan atau pencurian, warga diimbau untuk tidak menggunakan perhiasan mencolok, menggunakan HP, BB, atau alat komunikasi lainnya di tempat ramai. Karena kondisi itu seolah-olah "mengundang" pelaku untuk melakukan kejahatan.

* Diharapkan jangan lengah ketika membawa tas, karena bisa saja dijambret. Karena isi tas bisa diambil dengan cara tas disobek menggunakan cutter atau silet. Usahakan tas selalu ada di depan terlebih saat berada di antrian atau berdesakan. (sj)
© VIVA.co.id










0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.