Sopir Truk Diduga Penyebab Tabrakan KRL Bintaro

 

Sopir truk dituding menjadi biang kecelakaan maut di pelintasan Pondok Betung, Bintaro. Sopir sengaja menerabas pelintasan sebidang, padahal lonceng pintu telah berbunyi. Demikian kesimpulan tim penyidik gabungan Polres Metro Jakarta Selatan dan Unit Kecelakaan Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya.

Kepada penyidik, sopir mengaku kalau "polisi cepek" lah yang meminta kendaraan untuk terus berjalan melewati pelintasan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, mengaku kalau pihaknya telah menemukan titik terang. Namun, ia enggan menjelaskan materi kesimpulan penyelidikan di lokasi perkara.
"Kita belum simpulkan dan masih perlu keterangan dari banyak saksi, sarana-sarana, dan olah TKP (tempat kejadian perkara). Hasilnya akan diumumkan setelah semua proses selesai," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, sejumlah peralatan yang ada di TKP serta situasi lalu lintas saat kecelakaan juga masih diperiksa dan dilakukan analisa menyeluruh. Dari sana baru disimpulkan untuk mendapatkan sebuah fakta.
Terkait informasi kealpaan yang dilakukan "polisi cepek", Rikwanto, menjawab diplomatis. Kata dia, seluruh saksi tetap menjalani pemeriksaan termasuk petugas operator palang pintu. "Kita akan periksa para saksi. Saksi itu ditugaskan oleh operator palang pintu atau bagian dari operator palang pintu," tutup dia.(Golda Eksa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sopir truk dituding menjadi biang kecelakaan maut di pelintasan Pondok Betung, Bintaro. Sopir sengaja menerabas pelintasan sebidang, padahal lonceng pintu telah berbunyi. Demikian kesimpulan tim penyidik gabungan Polres Metro Jakarta Selatan dan Unit Kecelakaan Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Kepada penyidik, sopir mengaku kalau "polisi cepek" lah yang meminta kendaraan untuk terus berjalan melewati pelintasan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, mengaku kalau pihaknya telah menemukan titik terang. Namun, ia enggan menjelaskan materi kesimpulan penyelidikan di lokasi perkara.
"Kita belum simpulkan dan masih perlu keterangan dari banyak saksi, sarana-sarana, dan olah TKP (tempat kejadian perkara). Hasilnya akan diumumkan setelah semua proses selesai," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, sejumlah peralatan yang ada di TKP serta situasi lalu lintas saat kecelakaan juga masih diperiksa dan dilakukan analisa menyeluruh. Dari sana baru disimpulkan untuk mendapatkan sebuah fakta.
Terkait informasi kealpaan yang dilakukan "polisi cepek", Rikwanto, menjawab diplomatis. Kata dia, seluruh saksi tetap menjalani pemeriksaan termasuk petugas operator palang pintu. "Kita akan periksa para saksi. Saksi itu ditugaskan oleh operator palang pintu atau bagian dari operator palang pintu," tutup dia.
Sumber: metrotv













0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.