Plus Minus Mobil Murah Ayla



Inilah mobil murah versi Daihatsu yaitu Ayla. Kehadiran mobil murah Ayla menjadi amunisi baru Daihatsu menguasai pasar otomotif nasional, sekaligus jadi pundi-pundi keuntungan mereka.
Harga yang ditawarkan boleh dibilang relatif terjangkau. Bahkan, ada tipe paling murah dibandingkan model mobil murah yang beredar di pasar saat ini.

Ayla tipe termurah (D) yang dibanderol Rp76,5 juta OTR Jakarta memang serba minimalis, tanpa AC, Airbag, Audio, Power Steering, Power Window, dan Central Lock.
Namun, tiga tipe lainnya D+, M, dan X memiliki fitur yang belum ada di tipe D. Meski perlu dicatat semua tipe tidak dilengkapi Airbag.

Tak aneh jika begitu dilempar ke pasar, tipe yang paling banyak diminati adalah X (tertinggi). Dengan begitu, VIVAnews memutuskan untuk menjajal performa tipe tersebut. Sebelum menjajal kemampuan mobil yang habitatnya di perkotaan, ada baiknya untuk melihat tampilan interior dan eksterior Ayla. Meski harganya murah, Ayla yang artinya Cahaya dalam bahasa Sanskerta, punya tongkrongan keren.

Ayla punya grill cukup besar. Ia mengadopsi mobil menengah atas seperti All New Ford Fiesta, atau sekelas Aston Martin. Di atas grill, tertempel logo mirip huruf A dengan bingkai elips. Air dam dibuat lebih lebar, agar asupan udara pada mesin lebih maksimal.

Untuk varian tertinggi lampu kabut dilabur sentuhan list chrome. Desain lampu dibuat menyudut, mengikuti garis bodi yang menekankan desain window graphic model coupe. Mobil yang bisa memuat penumpang 4 orang dewasa ini berdimensi panjang 3.600 mm, lebar 1.600 mm, tinggi 1.520 mm, wheelbase 2.450 mm dan radius putar 4,4 meter. Ayla juga dilengkapi desain chrome pada door outside handle, AC register, shift knob, pull handle, sterring, armnest, center cluster, dan foglamp. Kemudian 6 spoke alloy wheel 175/65 R14. Namun sayang, kaca belakang tidak dilengkapi wiper dan tak ada tuas pembuka di bagasi belakang. Artinya untuk membuka bagasi tidak bisa dari luar, tapi dibuka dari dalam mobil.

Melongok ke bagian kabin, mulai dari leg hingga head room cukup lapang. Penumpang dewasa dapat bergerak leluasa dalam mengatur posisi duduk. Sebagai pendukung kenyamanan, terdapat seatbelt (sabuk pengamanan) di kursi-belakang. Dashboard dibuat menyatu dengan 2 Din Audio CD/MP3/USB/Aux berwarna silver. Tak ketinggalan fitur Multi Information Display (MID) --indikator bensin, jarak tempuh, dan jam plus alarm. Ada juga indikator ECO-driving.

Terdapat juga central lock meski belum auto lock --dalam kecepatan di atas 20 km/jam mobil akan terkunci otomatis. Terdapat juga fitur pengaturan kaca spion elektrik yang berada di samping kanan setir. Tempat menaruh botol minuman ada setiap pintu depan belakang dan di baris tengah depan yang persis di atas tuas transmisi. Kursi berbahan fabric, namun tidak begitu tebal. Ada juga headrest (sandaran kepala).
Puas mengupas interior dan ekterior Ayla, kini giliran menjajal perfoma mobil berkapasitas mesin 1.000cc ini, mulai dari sebagai pengemudi maupun penumpang. Setelah membahas eksterior dan interior Ayla. Kini giliaran menjajal kemampuan mobil yang dibuat di Kawarang, Jawa Barat. Rute yang dipilih masih di sekitar Jakarta. Setir terasa ringan karena dilengkapi Electric Power Streering (EPS)--ringan ketika parkir dan stabil (berat) saat berada di kecepatan tinggi.

Ada satu fitur yang cukup menarik ketika melirik layar MID, yakni ECO-driving. Indikator itu memberikan informasi apakah si pengemudi berkendara sudah irit bahan bakar atau belum. Jika Anda berkendara irit, maka logo ECO itu akan muncul (berwarna hijau) di layar speedometer. Fitur ini biasanya dimiliki mobil kelas menengah dan kini sudah diadopsi mobil murah seperti Ayla dan saudara kembarnya Agya. Tentu ini jadi nilai plus.

Untuk transmisi matik tidak keluhan sama sekali. Soal akselerasi, mesin DOHC 3 silinder berkapasitas 998 cc mampu menyemburkan tenaga 65 PS di 6.000 rpm dan torsi 8,7 Nm pada 3.600 rpm, lumayan untuk mobil perkotaan.Tenaganya cukup diandalkan khususnya pada putaran rendah, tapi jangan terlalu berharap banyak ketika melintasi trek tanjakan panjang.Lalulintas Jakarta yang cukup padat rupanya bukan masalah berarti bagi Ayla. Bodinya yang kompak memudahkan untuk bermanuver alias menyalip.Sesekali melintasi jalanan rusak, suspensi depan McPherson Struts with coil spring dan belakang Torsion Axle Beam yang diusung Ayla lumayan bisa meredamnya.Tapi tak jarang terasa bantingannya masih jauh dari harapan, bunyi cukup keras terdengar ketika roda melindas lubang lumayan dalam.

Saat mencoba menjadi penumpang di kursi belakang. Ruang kabin depan dan belakang terasa lega. Untuk ukuran tinggi badan 180 cm, ketika duduk lutut masih bisa bergerak bebas tanpa menyentuh jok depan.
Meski bahan jok tidak begitu tebal, tapi masih lumayan empuk menopang bokong. Pendingin ruangan (AC) terasa sejuk hingga ke belakang walau hanya diposisikan di tingkat 1.

Saat pindah di kursi penumpang depan juga terasa cukup lapang. Kaki dapat diselonjorkan dengan memundurkan jok sampai habis ke belakang. Tentu ini jadi nilai lebih dibanding kompetitor.
Konsumsi BBM Ayla?

Saat menguji VIVAnews sengaja tidak mempraktekkan gaya berkendara ECO-driving. Seperti diketahui, Agya sudah melalui tahap verifikasi khusus program LCGC (Low Cost Green Car)di mana konsumsi bahan bakarnya tembus 1 liter untuk 20 km. Namun, pada tes kali ini tidak bisa dicapai. Hasil terbaik di layar MID hanya 11,6 km/liter.

Kesimpulan

Untuk ukuran mobil murah, Ayla lumayan bisa diandalkan dengan fitur yang ditawarkan seperti power window, spion eletrik, power steering, central lock, dan Eco-diving. Namun perlu dicatat minus fitur keselamatan pasif, airbag.

Dengan paket terbaik dan segala keterbatasan yang dimiliki, Ayla layak masuk daftar referensi bagi Anda yang ingin beralih dari sepeda motor ke mobil atau pembeli pertama mobil (first buyer).



0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.