Survei LSN: Partai Politik Paling Tidak Dipercaya Publik Mahasiswa paling dipercaya.


Lembaga Survei Nasional (LSN), Selasa 16 Juli 2013, merilis hasil survei terbarunya mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi seperti partai politik, ormas, LSM, media massa, mahasiswa, sampai lembaga survei. Dari beberapa institusi demokrasi tersebut, partai politik mendapat kepercayaan paling rendah.
"Tingkat kepercayaan publik terhadap integritas parpol hanya 42,6 persen. Sementara 53,9 persen mengaku kurang percaya pada parpol, dan sisanya 3,5 persen menjawab tidak tahu," kata peneliti LSN Dipa Pradipta dalam konferensi pers di Matraman, Jakarta.
Setidaknya ada 4 alasan yang membuat publik tidak mempercayai parpol. Pertama, publik menilai banyak parpol di parlemen yang terlibat kasus korupsi. Kedua, publik menilai parpol kurang mempedulikan masalah rakyat.
Ketiga, para pengurus partai dipersepsikan cenderung berperilaku pragmatis dalam menghadapi berbagai isu nasional. Keempat, banyak kasus amoral yang melibatkan kader-kader partai, misalnya perselingkuhan, beristri banyak, skandal seks, narkoba, dan sebagainya.
"Oleh sebab itu partai-partai yang diduga banyak terlibat kasus korupsi dan dipersepsikan kurang peduli terhadap problem rakyat, tidak memperoleh elektabilitas cukup signifikan sebagaimana ditemukan dalam survei LSN kali ini," ujar Dipa.
Menurutnya, publik justru menaruh kepercayaan besar terhadap mahasiswa (70,8 persen), lembaga survei (69,3 persen), dan media massa (65,1 persen). Sementara itu, LSM mendapatkan kepercayaan 58,5 persen, dan ormas 57,5 persen.
"Tingkat kepercayaan publik terhadap integritas media massa atau pers, lembaga survei, dan mahasiswa dapat dikatakan masih cukup signifikan," kata Dipa.
Survei LSN digelar tanggal 1-10 Mei 2013 di 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun. Jumlah sampel sebesar 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling, dengan margin of error 2,8 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara itu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan bantuan atau pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Hasil survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif berupa media analisis dari sejumlah surat kabar nasional dan daerah. (sj)
© VIVA.co.id







0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.