Profil Lengkap Manchester United



MU : Tahun-tahun Awal (1878-1945)

Siapa yangkenal MU klub tersukses di daratan Britania Raya?  Tahukah anda MU berdiri tahun 1878 dengan nama Newton Heath L&YR F.C. Tak seperti mereka dikenal kini sebagai Setan Merah, MU pada awalnya memiliki seragam berwarna hijau dan emas.

Tahun 1982 klub tersebut mulai berpartisipasi di The Football League dan berubah menjadi perusahaan independent dengan mempekerjakan seorang sekretaris klub serta menanggalkan "L&YR" untuk mengubah namanya menjadi Newton Heath F.C..

Setelah sempat terancam bangkrut karena terlilit hutang sebesar 2.500 pounsetrling, klub tersebut akhirnya resmi mengubah nama menjadi Manchester United pada 26 April 1902. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah dua opsi yang sebelumnya sempat tercetus untuk menjadi nama baru klub. Di tahun yang sama manajemen klub memutuskan meninggalkan seragam lama dan beralih ke warna merah dan putih untuk seragam mereka.

MU promosi ke Divisi Satu pada musim 1906-07 dan memenangi title pertama mereka setahun berselang. Sukses MU berlanjut dengan diraihnya tropi pertama FA Cup dan Charity Shield berturut-turut di tahun 1908 dan 1909. Setelah kembali memenangi Divisi Satu di tahun 1910–11 serta Charity Shield pada 1911, MU mengalami salah satu masa terburuk dengan gagal menjuarai divisi utama selama 41 tahun. MU beberapa kali bolak-balik ke divisi dua

Era Busby (1945-1969)

Tahun 1945 MU mengontrak Matt Busby sebagai manajer. Saat itu Busby menjalankan peran yang tak umum karena dia punya wewenang untuk memilih timnya sendiri, menentukan pembelian pemain sekaligus menentukan sesi latihan pemain. Karena metode tersebut, Busby kehilangan pekerjaannya di Liverpool, namun MU memutuskan untuk mencoba pendekatan tersebut.

Bersama Busby MU finis di posisi dua tahun 1947, 1948 dan 1949 serta memenangi Piala FA tahun 1948. Dia juga mengakhiri penantian MU akan title juara Divisi Utama dengan memberi gelar juara di tahun 1952. Busby bisa dibilang menjadi pencetus pemakaian pemain muda di skuad senior saat dia mempromosikan pemain belia. Kebijakan tersebut sempat membuat MU tergusur ke posisi delapan pada musim 1953, namun di tahun 1956 kembali jadi juara Divisi utama dengan skuad yang rata-rata berusia 22 tahun dan mencetak total 103 sepanjang kompetisi.

Dari sinilah kemudian muncul istilah Busby Babes. Total lima gelar Divisi Utama, dua Piala FA, lima gelar juara Charity Shield, dan satu tropi Liga Champions berhasil diraih MU bersama Busby.

Perjalanan Busby Babes tak selamanya mulus karena mereka sempat mengalami musibah terkelam dalam sejarah klub saat terjadi kecelakaan pesawat di Munich yang mengakibatkan delapan pemain MU meninggal dunia pada 6 Februari 1958. Tapi Busby kemudian mampu membangun kembali MU dan bahkan mengantar klub tersebut memenangi tropi Liga Champions pertamanya di tahun 1968.

Era Sir Alex Ferguson (1986-sekarang)

Setelah Busby memutuskan pensiun tahun 1969, MU kesulitan mencari pelatih yang mampu memberi mereka sukses serupa. Jadilah Setan Merah kembali mengalami salah satu periode terburuk perjalanan sejarah mereka saat mereka terdegradasi di pertengahan tahun 1970.

Meski sempat memenangi tiga Piala FA dan dua tropi Community Shield, MU baru benar-benar merasakan lagi masa kejayaannya setelah Sir Alex Ferguson datang di tahun 1986. Namun pelatih yang didatangkan dari Arbedeen untuk mengganti Ron Atkinson itu juga butuh empat tahun untuk memberi gelar pertama di Piala FA dan enam tahun untuk mempersembahkan title juara Premier League.

Setelah sempat terancam dipecat tahun 1990, Fergie mulai menancapkan cakarnya dengan mengantar MU meraih tropi pertamanya di Eropa sejak 1968 dengan menjuarai Piala Winners di tahun 1991. Kemenangan tersebut kemudian mengantar MU memenangi tropi UEFA Super Cup di tahun yang sama. Tahun 1992, MU akhirnya kembali menjuarai Divisi Utama Liga Inggris untuk kali pertama sejak 1966-67.

Masa keemasan MU dimulai saat mengontrak Peter Schmeichel di tahun 1991, Erick Cantona tahun 1992 dan menyusul Roy Keane semusim berselang. MU juga mengukir sejarah saat meraih dobel gelar pertamanya tahun 1994 dengan menjuarai Liga Inggris dan Piala FA.

Gagal meraih satupun gelar di musim 1994-95, Fergie mengubah skuadnya dengan menjual nama besar dan pemain senior seperti Paul Ince, Andrei Kanchelkis dan Mark Hughes serta menggantinya dengan pemain muda macam David Beckham, Gary dan Phill Nevile, serta Paul Scholes.

Selanjutnya perjalanan sejarah MU diwarnai pesta perayaan diraihnya tropi juara serta meningkatnya status mereka sebagai klub terkaya di dunia dengan jumlah pendukung yang juga luar biasa. Tahun 1999 mereka jadi pusat perhatian dunia setelah meraih treble winners dengan menjuarai Liga Inggris, Piala FA dan juga Liga Champions.

MU kemudian menjadi penguasa Liga Inggris dengan tak sekalipun mereka gagal jadi juara dalam kurun tiga tahun lebih. Puncak klasemen yang diraih pada penghujung musim 2008/09 bahkan membawa mereka menyamai rekor Liverpool sebagai klub dengan title juara Liga terbanyak.

Fergie juga berhasil membawa MU menaklukkan Eropa untuk kali kedua di tahun 2008, setelah mengalahkan Chelsea di final. Namun tahun ini kisah manis serupa gagal terulang karena gentian mereka yang bertekuk lutut di final karena ditumbangkan Barcelona 0-2.

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.