Profil Pesawat Sukhoi Superjet 100



Pesawat Sukhoi Super Jet 100 merupakan pengganti pesawat Tupolev TU -134 peninggalan Soviet yang sudah tua dan sering mengalami kecelakaan. Proyek Super Jet 100 didukung sepenuhnya oleh pemerintah Rusia dan dinyatakan sebagai salah satu proyek nasional terpenting.

Sukhoi Aviation mengklaim pesawat Superjet 100 punya sistem navigasi yang canggih. "Sistem darurat pesawat ini mudah dikendalikan dan friendly bagi pilot," kata Carlo Occhiato, Training & Flight OPS Project Manager Sukhoi, saat diwawancarai oleh Aviation Week beberapa waktu lalu. Bahkan pesawat ini diklaim bisa didaratkan oleh satu pilot. Toh, pesawat ini hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor, saat demonstrasi terbang Rabu 9 Mei 2012 kemarin.

Teknologi itulah yang membuat produsen spesialis pesawat tempur ini mengincar pasar Asia dan demonstrasi terbang di Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, dan Vietnam. Berikut Spesifikasi Sukhoi Superjet 100:

- Produsen: Sukhoi Civil Aircraft (Rusia)
- Panjang: 29,94 meter
- Rentang sayap: 27,8 meter
- Tinggi: 10,28 meter
- Diameter pesawat: 3,35 meter
- Lebar kabin: 3,24 meter
- Tinggi kabin: 2,12 meter
- Kapasitas penumpang: 98 orang
- Ketinggian terbang maksimum: 12.500 meter
- Kecepatan terbang jarak jauh: 828 km per jam
- Kecepatan maksimum: 870 km per jam
- Daya jelajah: 3.048/4.578 km (versi jarak jauh pada ketinggian 12.200 meter)
- Harga: US$ 32 juta

- Terbang perdana: 19 Mei 2008
- Sertifikasi: dari European Aviation Safety Agency: Februari 2012
- Pesawat jet ini memiliki teknologi fly-by-wire modern, dapat mendarat hanya dengan satu pilot, bahan bakar lebih irit 10 persen ketimbang pesaingnya, seperti Embraer dan Bombardier.
Sumber: tempo.co.id

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.