IDUL FITRI KEMENANGAN DARI HAWA NAFSU

Idul Fitri telah tiba. Setelah puasa Ramadhan selama sebulan kita sambut Idu Fitri dengan suka cita. Memang sangat kontradiksi cara penyambutan Idu Fitri sekarang dengan era Rasulullah SAW. Rasul menyambut Idul Fitri dengan tangis, karena kepergian bulan ini sangat menyedihkan. Dibulan ini segala amal dilipat gandakan pahalanya. Amalan sunat diganjar pahala wajib plus amalan tarawih yang luar biasa pahalanya. Belum lagi shalat wajib berjamah yang menjamur di Ramadhan, tadarus Al Quran hingga Lailatul Qadar yang hanya ada di bulan ini. Berbeda dengan era kini Lebaran menjadi tujuan sehingga lebaran disambut dengan suka cita. Kadang untuk hasrat memenuhi keperluan lebara mengorbankan ibadah Ramadhan merupakan sikap keliru. Idul Fitri merupakan kemenangan perang terhadap nafsu jika mengorbankan puasa kita belum bebas dari nafsu dan kita belum menang. Lagipula 1 Syawal hakikatnya adalah peningkatan amal ibadah. Jadi jika setelah Ramadhan amal ibadah kita tidak meningkat berarti tempahan ibadah puasa belum berhasil. Renungkanlah hidup kita tidak selamanya.

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.