DEMOKRAT PECAT NAZARUDIN

Setelah menunggu sekian lama Nazarudin kabur dari tanah air akhirnya Demokrat sepakat memecat Nazarudin mulai tanggal 21 Juli mendatang. Nazarudin yang merupakan orang dekat dan mitra bisnis Anas inipun merana menerima pemecatan ini. Adalah merupakan aib besar karena selaku bendahara DPP dituding sering mencatut nama petinggi partai bahkan nama SBY untuk meraup uang dari meminta jatah proyek di beberapa instansi. Nazarudin pun mengancam akan membeberkan nama-nama penerima dana darinya. Demokrat memecat Nazarudin pertanggal 21 Juli yang otomatis akan merecallnya dari kursi DPR. Inilah fenomena buruk dari sistem Demokrasi yang diagung-agungkan ini, dimana apabila segala sesuatunya bermuara dari uang, kampanye uang , membeli suara pemilih bahkan mungkin untuk mendapatkan jabatan di partai juga menggunakan uang. Maka yang terjadi jangan heran jika di tubuh partai terjadi praktek dagang sapi untuk membalikan modal. Lihat saja SYS NS yang setahu saya sebagai pendiri Demokrat tersingkir ya karena tak berduit. Idealis di sapu oleh matrealis yang akan timbul gaya iblis menghalalkan segala cara. Patut dicermati sindiran Sys NS bahwa sekarang apabila ada bayi lahir dan mengetahui terlahir di negeri ini maka akan menyesal dan stres. Bayangkan jika bayi aja udah stres gimana pikiran para orang tua bayi? Disini SBY harus berani bertindak dengan kata hati , jika ada yang melenceng walaupun itu Ibas maka harus di tebas. Yang jadi pertanyaan beranikah SBY? Karena fenomena belakangan ini banyak muncul kader Demokrat bermasalah termasuk si poltak raja minyak Ruhut Sitompul bermasalah. Walaupun bukan masalah korupsi tapi hanya masalah keluarga akan cukup mengganggu konsentrasinya di partai. Kader yang selalu mati-matian membela partai dan SBY walaupun kadang ngawur ini mungkin belum selantang biasanya karena lagi pusing mikir masalah keluarga. Mungkin profesionalisme partai perlu ditegakkan . Bukan hanya mencomot kader bermasalah semisal Andi Nurpati yang menjadikan partai menuju mati, tapi siapa yang berani bertindak dan bernyali bukan hanya menyelamatkan kepentingan pribadi? Kalau tidak ada yang berani maka Demokrat akan jadi partai semisal arisan saja, hanya bergaya.

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan komentar.